Thu. Nov 5th, 2026

Sayuran Busuk “Meriahkan” Kantor Gubernur Kaltim Pada Aksi Unjukrasa Aliansi GERAM

Unjuk Rasa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) bertemakan “SADARKAN KALTIM, PEMERINTAH PEMBOTE, alias PEMBOHONG”, di Kantor Gubernur Kaltim. Rabu, (4/11/2026)

SAMARINDA, IKNPOST.ID | Situasi panas sektor politik, ekonomi maupun sosial di Kalimantan Timur belum juga usai. Residu kabut asap karhutla, pemadaman listrik bergilir, hingga keterlambatan pembayaran tunjangan tenaga kesehatan dirasa masih tidak ditangani optimal oleh pemerintah sehingga menyebabkan kerugian baik secara fisik maupun finansial.

Membawa keresahan ini, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) pun kembali menyerbu Kantor Gubernur Kaltim Pada 4 November 2026 melalui aksi bertemakan “SADARKAN KALTIM, PEMERINTAH PEMBOTE, alias PEMBOHONG”, dengan tuntutan utama meminta pemaparan progres dari 8 tuntutan dari aksi sebelumnya pada 21 Oktober 2026.

“Kami bukan pembenci, kami adalah rakyat yang resah dengan pemimpin kami sendiri. Kami datang membawa aspirasi, tapi kalian malah membangun kawat kawat berduri. Inikah wujud ketakutan? Atau memang ada yang kalian sembunyikan didalam” ucap Khulaifi, salah satu Orator saat menyampaikan orasinya. Rabu, (4/11/2026).

Adapun massa pada akhirnya berhasil menerobos masuk ke dalam areal Kantor Gubernur. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud maupun Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji diketahui tidak berada di lingkungan Kantor Gubernur saat aksi berlangsung.

Hal ini memicu ketegangan, di mana massa aksi melempari sampah berupa sayuran dan makanan busuk ke arah pintu masuk utama kantor gubernur.

Massa aksi pun masih bertahan hingga sekitar pukul 19.30, sebelum akhirnya dipukul mundur oleh Satuan kepolisian.

Sayuran busuk di depan pintu masuk utama Kantor Gubernur Kaltim. Foto: IG:@Ibenkni

“Kami dari Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat hari ini ingin menyatakan sikap dan menyatakan bahwasanya mosi tidak percaya terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hari ini Rabu tanggal 4 November 2026, kami melaksanakan aksi, namun tidak ada gubernur maupun wakil gubernur yang datang hadir menemui kami. Kami ingin menagih seluruh janji-janji mereka yang telah kami layangkan pada aksi sebelumnya pada tanggal 21 Oktober 2026. Oleh karena itu, kami menyatakan bahwasanya kalau Rudy Mas’ud, gubernur dan wakil gubernur tidak mau menemui massa aksi, maka kami akan turun kembali lagi ke jalan!” Jelas Wira Saguna, Jenderal Lapangan GERAM kepada media, sebelum akhirnya massa membubarkan diri.

Baca juga: 2 Tahun Masa Pemerintahan Prabowo – Gibran, Aliansi Gelar Unjuk Rasa “Kaltim Anak Tiri”

Pemprov Kaltim Menawarkan Dialog

Di sisi lain, Asisten I Gubernur Kaltim A.M Fitra Firnanda menyampaikan bahwa sebenarnya dirinya mewakili Pemprov Kaltim sudah siap untuk menemui massa, namun massa bersikeras ingin bertemu Orang Nomor 1 Kaltim itu.

“Ya kita menyayangkan ya tadi apa, eh sebetulnya sudah disepakati tadi dengan Pak Kapolda, yang memfasilitasi dengan perwakilan mereka. Jadi rencana ada dialog sebetulnya. Ya kalau kami dari pemerintah provinsi yang tadinya kami mengarahkan dialog di dalam tapi kita sudah mau keluar dialog di halaman tapi ternyata tadi tidak terjadi dialog itu. Dengan begitu ya disayangkan aja tapi ya kita terimalah.” ucap Asisten I Gubernur Kaltim, Fitra Firnanda, kepada awak media, setelah massa membubarkan diri. Rabu, (4/11/2026)

Walaupun demikian, ia menjelaskan pihak Pemprov Kaltim akan mengupayakan cara lain untuk dapat berkomunikasi dengan massa di lain waktu.

“Apapun itu, aspirasi yang sudah diutarakan telah kita dengarkan. Kemudian sebetulnya kami mau menyampaikan beberapa tindak lanjut yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah provinsi tapi mungkin nanti disampaikan dengan cara lain saja” Tuntasnya.

(K)

About The Author

Bagikan

By K

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *