Lebih dari 30 negara, termasuk AS, Inggris, dan Jepang, mengimbau warga menyiapkan stok makanan dan obat darurat untuk antisipasi konflik dan bencana.

JAKARTA, IKNPOST.ID – Setidaknya lebih dari 30 negara belakangan ini mengimbau masyarakatnya untuk mempersiapkan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, serta perlengkapan untuk keadaan darurat di rumah masing-masing. Langkah ini dilakukan di tengah ketegangan geopolitik untuk mengantisipasi adanya eskalasi konflik dari negara-negara yang bersitegang.
Dilansir dari The Economic Times, pemerintah di berbagai negara tengah mempersiapkan diri untuk berbagai kemungkinan terjadinya keadaan darurat, seperti konflik militer, serangan siber, bencana alam, pemadaman listrik berkepanjangan, hingga potensi kerusakan pada infrastruktur vital negara. Perhatian pada keamanan nasional ini juga muncul di tengah berlanjutnya perang antara Rusia dan Ukraina, serta kekhawatiran akan ketegangan geopolitik yang meluas.
Meski dikaitkan dengan persiapan menghadapi ketegangan perang, imbauan ini tidak selalu berarti pemerintah menetapkan keadaan darurat militer. Kebijakan ini merupakan strategi pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan sipil agar masyarakat berbagai negara menyarankan tingkat kesiapan yang berbeda, tetapi umumnya warga diimbau untuk memiliki persediaan darurat yang dapat memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu tiga hari. Pemerintah Prancis dan Inggris baru-baru juga ini menyarankan masyarakat menyiapkan persediaan untuk jangka waktu 72 jam.
Dilansir dari laman resminya, pada 22 Oktober 2026 pemerintah Inggris meluncurkan kampanye “Be Ready” yang meminta masyarakatnya mempersiapkan kebutuhan rumah tangga untuk menghadapi gangguan darurat selama tiga hari.
Persediaan yang dianjurkan antara lain mencakup air minum, makanan yang tahan lama, obat-obatan penting, perlengkapan pertolongan pertama, senter, baterai, dan radio portabel. Selain itu, pemerintah juga menyarankan masyarakat untuk menyimpan uang tunai dan dokumen-dokumen penting. Jepang menjadi salah satu negara di Asia yang mengimbau masyarakatnya untuk bersiap menghadapi kondisi darurat.
Hal ini berkaitan dengan kerentanan negara ini terhadap terjadinya bencana alam. Menurut laporan Economic Times, Menteri Manajemen Bencana Jepang, Goshi Hosono, mengatakan pemerintah akan mengeluarkan imbauan ketika Badan Manajemen Bencana baru negara mulai beroperasi pada 2 November. Imbauan ini diharapkan dapat mendorong rumah tangga untuk mencukupi kebutuhannya untuk tiga hari selama terjadi bencana.
Persediaan kebutuhan untuk jangka waktu satu minggu pun dianggap lebih baik untuk disiapkan. Sejak Maret lalu, Jepang juga tercatat memperkuat infrastruktur untuk menghadapi kondisi darurat. Dilansir dari The Japan Times, pemerintah berencana untuk menetapkan lebih banyak fasilitas bawah tanah sebagai tempat perlindungan jika terjadi serangan militer. Sementara itu, hingga saat ini Indonesia belum mengumumkan kepada masyarakat untuk bersiap siaga menyimpan persediaan pangan dan obat-obatan di rumah.
Dilansir dari Newsweek, berikut ini daftar 33 negara yang telah mengimbau warganya untuk mempersiapkan persediaan logistik di rumah untuk keadaan darurat,
- Amerika Serikat
- Kanada
- Meksiko
- Cili
- Kolombia
- Argentina
- Brazil
- Inggris
- Irlandia
- Prancis
- Jerman
- Belanda
- Denmark
- Norwegia
- Swedia
- Finlandia
- Estonia
- Latvia
- Lithuania
- Polandia
- Republik Ceko
- Austria
- Swiss
- Kroasia
- Afrika Selatan
- Australia
- Selandia Baru
- India
- Japan
- Taiwan
- Israel
- Filipina
- Singapura
(Kabar24)
