
SAMARINDA, IKNPOST.ID | Viralnya aksi Ajudan Gubernur Kaltim yang mendorong Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kawasan Masjid Nurul Mu’minin beberapa waktu silam menjadi sorotan banyak pihak, di mana Polda Kaltim telah menanggapi dan Pemprov Kaltim sendiri telah menyampaikan permintaan maaf.
Namun kali ini beredar di Media Sosial video oleh Asky Rizal Toding, Ajudan Gubernur tersebut yang menyampaikan permintaan maaf kepada pihak pihak yang bersangkutan.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Saya, Asky Rizal Toding, yang saat ini bertugas sebagai ajudan Bapak Gubernur Kalimantan Timur, secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya yang terjadi pada hari Senin, tanggal 19 Oktober 2026, sekira pukul delapan belas WITA di halaman Masjid Nurul Mu’minin, Pemprov Kaltim.” Ucap Asky, ajudan Gubernur Kaltim, dilansir dari video yang beredar di Instagram pada Rabu, (21/10/2026).
Ia mengakui tindakan tersebut merupakan tindakan di luar instruksi siapa pun dan murni kesalahannya pribadi.
“Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya. Dan saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapa pun.” Jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya meminta maaf terkait tindakan yang seharusnya tidak dilakukan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
“Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali. Demikian permohonan maaf saya. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Tutupnya.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri akhirnya menanggapi kejadian ini. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Ririn Sari Dewi menyebut pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak terkait mengenai miskomunikasi yang terjadi ini.
Berita Terkait
- Pemprov Kaltim Sampaikan Permintaan Maaf Atas Insiden Ajudan Gubernur Dorong Mahasiswa
- Polda Kaltim Tanggapi Insiden Ajudan Gubernur Kaltim Diduga Intimidasi Mahasiswa
- Waduh Viral Lagi! Ini Gaya “Preman” Ajudan Gubernur Kaltim Dorong Mahasiswa Aksi Demo
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, mengajukan permohonan maaf ya, dalam kerjasama dengan masyarakat, dan mahasiswa, ada beberapa hal ya, miskom ya, miskom disini” ucap Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Kominfo kepada insan Pers di Lamin Odah Etam. Selasa, (20/10/2026)
Ia juga menjelaskan bahwa saat itu Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud memiliki jadwal kegiatan yang sangat padat sehingga juga tidak dapat menemui demonstran.
“Kita mengetahui bahwa kondisi saat itu Pak Gubernur lagi sibuk, lagi banyak kegiatan ya, pertama pagi beliau di hari Senin yang padat itu ada briefing, habis itu beliau audiensi dengan Bupati PPU Di ruang kerjanya terus setelah itu menerima juga audisi ya dari URT Perlindungan Perempuan dan Anak itu terkait bayi Ispa yang meninggal, itu kan juga cukup ini ya cukup lama dan melelahkan juga ya menjalaninya (Gubernur, Red), terus PGRI ya ada ada PGRI” Jelasnya.
Lebih lanjut, Ririn menegaskan bahwa hal ini akan menjadi catatan penting untuk Pemprov Kaltim dalam mengevaluasi kinerja pihaknya.
“Jadi kami intinya kedepan ini menjadi bahan evaluasi pemerintah provinsi kaltim. Semoga ke depan untuk kerjasama dengan masyarakat, media, dengan mahasiswa juga lebih baik. Cukup ya.” Tegasnya.
Ditanya mengenai kelanjutan status ajudan ART, ia menjawab singkat bahwa hal tersebut wewenang pihak Kepolisian.
“Ya, diperbantukan juga. Itu mekanismenya ada di polri ya” Tutupnya. (K)
