Afih: Saya mungkin Terlalu terburu buru, saya minta maaf

SAMARINDA, IKNPOST.ID | Belum lama ini beredar luas di media sosial isu serta flyer terkait ajakan Aksi demo pelengseran Gubernur pada tanggal 21 April yang mengundang berbagai golongan masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk hangatnya situasi politik ini, tersebar surat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tertanggal 11 April 2026 yang ditujukan kepada Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni, untuk mengadakan coffee morning mengundang sejumlah Ormas yang dibarengi “uang saku” sejumlah Rp105.000/orang di Gedung Olahraga Bebaya.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Kesbangpol Kaltim menyebut bahwa kegaduhan akibat tersebarnya surat adalah kesalahannya.
“Informasi yang beredar itu masih sebatas konsep usulan dari saya. Saya mohon maaf karena ini murni kesalahan saya. Sebenarnya, kalau saya mau jelaskan panjang, memang uang transport ini ada undang-undangnya, ada Pergub-nya yang memberikan itu, tapi karena saya mungkin terlalu terburu-buru, terlalu cepat, saya yang salah, saya minta maaf.” Ucap Plt Kepala Kesbangpol, Arih Franata Filifus Sembiring kepada Wartawan, setelah Acara Cofee Morning bersama Ormas kaltim di Gedung Olah Bebaya. Senin, (13/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa ini tak lepas dari posisinya sebagai Plt Kepala Kesbangpol yang baru dan berharap publik dapat memaafkan.
“Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima maaf saya ini masih bulan Syawal ya saya kan baru belajar jadi Kesbang nggak ngerti saya.” Tambahnya
Lebih lanjut, Afih juga membantah bahwa surat tersebut merupakan surat final yang sudah dibahas bersama pimpinan.
Baca juga: Media Sosial Riuh, Aliansi Perjuangan Kaltim Gaungkan Pelengseran Gubernur Rudy
“Yang beredar itu sebenarnya konsep usulan saya saja. Belum sampai ke pimpinan, tapi sudah lebih dulu keluar ke masyarakat. Itu yang bikin situasinya jadi tidak enak,” Jelasnya.
Menurutnya tujuan dari pemberian uang transportasi ialah untuk menghargai Ormas sebagai tamu yang telah melakukan perjalanan untuk menghadiri undangan.
“Itu kan pemikiran saya, tolong dibantu saya kan sebagai kesbang kan kalau saya bisa memberikan kalian transportasi kan kalian pasti “sayang sama saya” kan ya, karena saya nggak beri terus kalian nggak sayang sama saya gitu saya aja sayang sama kalian” Lanjutnya.
Pada akhirnya acara pun tetap dilaksanakan meskipun pemberian uang transportasi dibatalkan.
“Saat ini kami belum dapat memberikan bantuan transport sebagaimana informasi yang sempat beredar. Sekali lagi saya mohon maaf atas hal tersebut. Mudah-mudahan ke depan, apabila anggaran memungkinkan dan tidak lagi terpotong-potong, kami dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk memfasilitasi kegiatan silaturahmi seperti ini,” sambungnya
Afih menerangkan bahwa kegiatan kali ini juga tidak ada kaitannya terhadap aksi yang akan dilakukan pada 21 April nanti
“Sama sekali tidak ada kaitannya dengan demo 21 April itu. Pemerintah tetap siap menerima segala masukan dan saran dari warga Kaltim. Nanti saya juga akan hadir di tanggal 21 itu” tandasnya. (K)
