
SAMARINDA, IKNPOST.ID | Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memiliki sejumlah Perusahaan Daerah, salah satunya adalah PT.Bara Kaltim Sejahtera (BKS). Di tengah tekanan inflasi dan nilai tukar dolar yang melonjak, PT.BKS justru bergerak agresif menyiapkan langkah untuk meningkatkan pendapatan dan memperbesar setoran ke kas daerah. Pihak Manajemen perusahaan daerah itu mengatakan, upaya ini bagian dari tanggung jawabnya untuk mendukung keuangan Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami mendapat arahan kerja lebih efisien dan efektif. Selain itu, kami terus mencari sumber pendapatan baru,” ujar Direktur Utama PT Bara Kaltim, Nidya Listiyono, belum lama ini.
Ia menambahkan, perusahaan kini fokus mengembangkan beberapa unit usaha yang dimiliki agar bisa menyumbang lebih besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, PT Bara Kaltim memiliki sekitar tujuh sampai delapan bidang usaha yang tengah dikaji untuk ditingkatkan performanya.
“Salah satu langkah nyata adalah menaikkan usaha yang bisa meningkatkan pendapatan dan setoran PAD, sesuai target yang sudah kita tetapkan dalam RKP (Rencana Kerja Perusahaan),” jelasnya.
Situasi ekonomi yang “tidak mudah” menjadi tantangan nyata. Nilai tukar dolar yang sudah menyentuh kisaran Rp17.000 membuat biaya operasional ikut tertekan. Meski demikian, permintaan dari pemerintah provinsi untuk mengefisiensikan anggaran justru mendorong manajemen PT Bara Kaltim melakukan langkah proaktif.
“Kami sedang menyiapkan semuanya. Dalam satu sampai dua tahun ini, karena saya masih baru menjabat, banyak inisiatif yang kami masukkan. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kontribusi kami ke PAD bisa lebih besar lagi,” katanya optimistis.
Langkah PT Bara Kaltim ini sejalan dengan upaya Pemprov Kaltim memperkuat sumber pembiayaan lokal di tengah tantangan ekonomi nasional dan global. Peranan BUMD diharapkan tidak hanya sebagai penopang ekonomi daerah, tetapi juga sebagai motor untuk membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja.
Sumber pendapatan baru dan efisiensi internal menjadi kunci. Dengan menajamkan fokus pada unit usaha yang produktif dan membuka lini usaha potensial, PT Bara Kaltim berharap bisa menopang penerimaan daerah tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan usaha. (ADV/BKS)
