
JAKARTA, IKNPOST.ID | Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa bertajuk #IndonesiaSadar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026). Aksi ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB dan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Demonstrasi diprakarsai oleh BEM UI bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR), dengan dukungan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.
Para peserta aksi menilai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum cukup menjawab persoalan rakyat. Mereka menyoroti krisis kebakaran hutan dan lahan, meningkatnya biaya hidup, biaya pendidikan yang tinggi, serta penyempitan ruang kebebasan berekspresi.
Dalam aksinya, massa membawa lima tuntutan utama yang disebut Lima Perintah Rakyat (LAPAR). Tuntutan tersebut adalah: pertama, menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional serta mengadili korporasi yang bertanggung jawab; kedua, membenahi APBN agar berorientasi pada kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan anggaran; ketiga, menurunkan biaya pendidikan, memperluas akses layanan dasar, dan menyediakan lapangan kerja berkualitas; keempat, memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta menghentikan penyalahgunaan hukum; kelima, mengembalikan kebebasan bersuara, mengadili pelanggaran HAM, dan menghentikan militerisasi ruang sipil.
Isu karhutla menjadi perhatian utama dalam aksi ini. Seorang mahasiswa asal Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa warga di daerahnya menghadapi asap tebal selama berbulan-bulan, ditambah kelangkaan dan tingginya harga BBM. Karena itu, mereka mendesak pemerintah untuk segera menetapkan status bencana nasional.
Di lapangan, massa berkumpul di sekitar Bundaran HI, Jalan M.H. Thamrin, dan Jalan Jenderal Sudirman. Aparat TNI-Polri melakukan pengamanan berlapis. Situasi sempat memanas menjelang malam setelah polisi menembakkan gas air mata dan water cannon. Beberapa demonstran juga dilaporkan ditangkap.
Aksi kemudian mereda setelah hujan deras mengguyur Jakarta. Massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 19.15 hingga 19.50 WIB, dan ruas Jalan M.H. Thamrin hingga Jenderal Sudirman kembali dibuka untuk lalu lintas.
Amnesty International Indonesia menegaskan bahwa negara wajib menjamin keamanan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Lembaga tersebut juga meminta aparat tidak melakukan tindakan represif terhadap para demonstran. Aksi #IndonesiaSadar tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di sejumlah kota lain seperti Yogyakarta, Makassar, Malang, dan Balikpapan dengan tuntutan yang serupa. (K)
