

TENGGARONG, IKNPOST | Kemajuan pembangunan yang dicapai Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini, cukup membanggakan apa yang telah dilaksanakan dan prestasi yang di capai merupakan hasil sinergi masyarakat dan pemerintah yang patut di contoh bagi kemajuan daerah lain.Â
Bupati Kutai Kartanegara (KuÂkar) Edi Damansyah didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) SungÂgono dan beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melakukan Rapat koordinasi (rakor) bersama Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik terkait pembangunan pertanian di hotel Platinum Balikpapan, belum lama ini.
Dalam rakor tersebut juga hadir akademisi Universitas Gajah Mada (UGM), ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana dan ketua KTNA Kaltim Wisdianto.
Bupati Edi Damansyah dalam penyampaiannya mengatakan bahwa pembangunan pertanian terintegrasi berbasis kawasan di Kukar yaitu : pertanian, pariÂwisata dan ekonomi kreatif salah satu fokus dari Rencana PembanÂgunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021 – 2026.
Diterangkannya kenpa berÂbasis kawasan karena dari lima kawasan yang sudah ditetapkan existingnya pertaniannya sudah berjalan baik pengembangan padi sawah, holtikultura, peterÂnak dan perikanannya terdapat dalam satu kawasan, dan sumÂberdaya petani juga sudah ada.
“Jadi fokusnya memang, cita – citanya nanti ingin mendorong bagaimana optimalisasi peningÂkatan produktifitas dengan meÂlengkapi infrastruktur tani seperti jalan usaha tani, irigasi embung, alsintan dan pengembangan sumÂber daya manusianya” ujar Edi
Edi berharap upaya yang dilakukan dapat meningkatÂkan produktivitas petani, dan dikawasan kawasan itu yang sebelumnya hanya bisa panen dua kali, bisa tiga kali setahun.
Selain itu ia juga berharap melalui gubernur pembanguÂnan pertanian terintegrasi berÂbasis kawasan ini bisa diinteÂgrasikan dengan pemerintah propinsi untuk dapat support atau dukungan, sehingga cepat penyelesaiannya dikawasan ini.
“Misalnya support kebutuhan alsintan sekian, kami sudah meÂnyediakan sekian kekurangan disuport pemerintah provinsi, seperti itulah kurang lebih gamÂbarannya” terangnya.
Sekda Sunggono menambahÂkan terdapat Lima kawasan sebÂagai pilot projek pembangunan pertanian terintegrasi berbasis kawasan, yaitu : kecamatan Marangkayu , Sebulu – Muara Kaman, Tenggarong – Loa Kulu, Tenggarong Seberang I dan Tenggarong Seberang II.
Disebutkannya tujuan pemÂbangunan pertanian terintegraÂsi berbasis kawasan dengan tuÂjuan : menjaga konsistensi pemÂbangunan pertanian berbasis potensi wilayah, meningkatkan nilai tambah pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara bertahap, EfisienÂsi dan efektivitas pembiayaan pembangunan daerah, dan menciptakan pusat pertumbuÂhan ekonomi baru, sebagai penÂdorong pembangunan ekonomi wilayah secara gradual.
Sementara itu PJ. GuberÂnur Akmal Malik menyambut baik dan mengapresiasi serta memberikan dukungan kepada pemkab Kukar dalam upaya pengembangan pembangunan pertanian dalam arti luas.
Namun dirinya ingin tahu langkah – langkah dan integrasi seperti apa yang harus dilakuÂkan, itu harus diperjelas.
“Saya sangat apresiasi Pak BuÂpati, saya melihat ada semangat dan spirit disini di Kutai KarÂtanegara” ujarnya.
Akmal Malik ingin semua daeÂrah mitra IKN menggagas dan melakukan terobosan seperti yang dilakukan Kukar ini. (QR/ADV/DPUKUKAR)
