Fitra Firnanda: Pembatasan diberlakukan hingga diperolehnya hasil uji geometri dan uji beban

SAMARINDA, IKNPOST.ID | Kembali tertabraknya Jembatan Mahulu oleh Kapal bermuatan batubara yang menghantam bagian fender dan pilar jembatan pada Minggu (25/1/2026) pagi, memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan pada jembatan tersebut. Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur (Kaltim) pun bergerak cepat mengeluarkan rilis untuk membatasi melakukan investigasi mendalam terhadap stabilitas struktur Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).
“Sehubungan dengan kejadian penabrakan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) oleh Kapal BG. Marine Power 3066 dan TB. Marina 1631 pada Hari Minggu tanggal 25 Januari 2026, bersama ini kami sampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap kondisi struktur jembatan, diperlukan tindakan kehatihatian untuk memastikan keamanan pengguna jalan dan menjamin keselamatan konstruksi.” ujar Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim A.M Fitra Firnanda, Senin, (26/1/2026) melalui surat no 600.1.10.3/ 199 /DPUPRPR-III/2026 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kaltim.
Menurutnya, perlu dilakukan pembatasan bagi kendaraan yang akan melintasi jembatan Mahulu selagi tim dari Dinas PUPR-PERA akan melakukan uji geometeri dan uji beban.
“Kami merekomendasikan dilakukannya pembatasan akses lalu lintas pada Jembatan Mahulu dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Lalu lintas dibatasi hanya untuk kendaraan roda empat ke bawah. 2. Pembatasan diberlakukan hingga diperolehnya hasil uji geometri dan uji beban serta terdapat rekomendasi teknis lebih lanjut dari Dinas PUPR & PERA Provinsi Kalimantan Timur; 3. Pengaturan teknis lalu lintas, rambu sementara, serta informasi publik agar dapat dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur.” sambungnya
Berita Terkait:
- Jembatan Mahulu Kembali Ditabrak Kapal Ponton Batubara
- Terulang Kembali! 2 Ponton Batubara Tabrak Jembatan Mahulu dan Rumah Warga
- Kapal Ponton Bermuatan Batubara Tabrak Jembatan Mahulu
Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan Mahulu sudah dua kali ditabrak oleh kapal batubara pada Selasa (23/12/2025) dini hari dan Minggu, (04/01/2026), lalu kali ketiga pada Minggu (25/01/2026) yang disinyalir akibat putusnya tali tambat sehingga tongkang hanyut.
“Kecelakaan bermula ketika TB Atlantik Star 23 menabrak TB Marina 1631 yang sedang menggandeng BG Marine Power 3066. Dalam waktu yang hampir bersamaan, TB Atlantik Star 23 juga mengenai TB Karya Star 67 yang menggandeng BG Bintang Timur 03. Dugaan sementara tali tambat putus sehingga tugboat dan tongkang hanyut. Kemudian tali second towing dari TB Marina 1631 juga putus,” ucap Nahkoda Kapal Patroli KSOP Samarinda KNP 373, Galang Nuswantoro, Minggu (25/01/2026).
Hal ini menyebabkan BG Marine Power 3066 larut terbawa arus sehingga menempel pada safety fender Jembatan Mahakam Ulu. KSOP Samarinda bersama unsur terkait kemudian bergerak cepat melakukan proses evakuasi. Tiga kapal assist, yakni Herlin II, Mangku Jenang, dan DL 037, dikerahkan untuk mengamankan tongkang yang hanyut tersebut. (K)
