Sedikitnya 300 siswa jatuh sakit setelah mengkonsumsi menu MBG

CIANJUR, IKNPOST.ID – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, resmi menghentikan sementara operasional tiga dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tegas ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang menyebabkan sedikitnya 300 siswa jatuh sakit setelah mengkonsumsi menu MBG.
Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur, Arif Purnawan menjelaskan, pembekuan operasional ini dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kadupandak, Pagelaran, dan Cikalongkulon. Penutupan akan berlangsung hingga hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Cianjur atau BPOM keluar.
“Tiga mitra penyedia MBG yang ditutup sementara adalah SPPG Sukagalih-Cikalongkulon, Sindangkerta 3-Pagelaran, dan Gandasari-Kadupandak. Saat ini investigasi difokuskan pada pengecekan ulang seluruh alur, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan,” ujar Arif, Kamis (29/1/2026) dikutip dari liputan6.
Meskipun sistem pengawasan di setiap dapur diklaim sudah berlapis melibatkan kepala dapur, ahli gizi, hingga Koordinator Kecamatan (Korcam), pihak Satgas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan titik lemah yang memicu insiden ini. Arif menegaskan, edukasi akan diberikan kepada pengelola jika terbukti ada kelalaian prosedur.
“Jangan sampai keracunan kembali menimpa siswa. Edukasi akan lebih ditekankan sebelum mereka kembali diizinkan beroperasi,” tambahnya.
Langkah Kepolisian dan Kondisi Korban
Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi menyatakan, polisi melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) telah berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat untuk menangani para korban.
“Kami sudah mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium. Namun, kami tetap mengedepankan fungsi pengawasan dan evaluatif dari Koordinator MBG/SPPG bersama Dinas Kesehatan,” jelas Alex.
Dia juga menambahkan bahwa pengambilan keterangan saksi telah dilakukan sesuai prosedur tetap (protap) penyelidikan. Terkini, sebagian besar dari 300 siswa yang sempat mengeluhkan gejala pusing, mual, muntah, dan diare telah dinyatakan pulih.
Para siswa sudah diperbolehkan pulang dari puskesmas dan rumah sakit, namun tetap berada dalam pengawasan tenaga kesehatan untuk memastikan pemulihan total.
(liputan6)
